Contents

Langkah Pertama Revolusi

Persatuan yg ngebebasin negara ini dari Jepang dan Belanda,

persatuan juga yg bisa ngebebasin negara ini dari penjajahan oleh Oligarki dan Rezim yang nyembah uang, jabatan -dan loyalitas, yg bukan pada rakyat, tapi pada kroni2nya.


MUAK

Kita udah muak oleh berbagai omongan basi efisiensi dan dorongan untuk berhemat, sementara mereka bikin kebijakan yang ga cuman ngerugiin rakyat, tapi juga nguntungin diri mereka sendiri. Kita udah lama nunggu mereka berubah, ngasih sinyal positif untuk perubahan ke arah yg lebih baik, tapi yg kita dapetin adalah berbagai kebohongan, janji, dan maksa kita untuk lupa.

Kita makin dicekik dengan kebutuhan sehari-hari yg makin mahal, hukum yang cuma tajam ke bawah dan sandiwara politik yg tiap hari dipertontonkan. Kita udah MUAK.

Tan Malaka udah ngasih cara2nya di bukunya Aksi Masa, Lenin udah ngasih contoh praktik nya di Uni Soviet awal abad 20. Yang kita perlukan adalah persatuan. Tapi kapan?

SEKARANG

Bentuk ruang2 diskusi, stop perpecahan dengan saling paham kalau MUSUH KITA CUMAN SATU, YAITU SETIAP KEPALA YANG DUDUK DI PEMERINTAHAN, YANG BEKERJA GAK EFISIEN, MANJA DENGAN FASILITAS DARI NEGARA DAN MEMPERKAYA DIRINYA SENDIRI DAN GOLONGAN NYA.

FOKUS

FOKUS, kita gaboleh terbakar isu2 yang sengaja disebarkan untuk membuat kita LUPA tujuan kita.

SADAR

SADAR, jalan rusak itu ga wajar. SADAR, sayur dan sembako mahal tapi petani masih miskin itu ga wajar. SADAR, Sampah dimana-mana yang mencemari kali dan numpuk dijalan itu gak wajar.

SADAR, Pejabat publik make mobil mewah sementara kamu desek2an dan rebutan kursi di KRL itu gak wajar. SADAR, Bayar parkir liar itu gak wajar. SADAR, Pembatasan umur calon pekerja itu gak wajar. SADAR, BERSUARA di internet kemudian di PERSEKUSI, sementara kasus korupsi triliunan ngilang begitu aja itu GAK WAJAR.

SOLID

SOLID, persatuan ga bakal bisa terwujud tanpa adanya SOLIDARITAS ANTAR KELAS. Gak peduli latar belakang kamu apa. Buruh, petani, ojol, pedagang, pengamen, arsitek, karyawan swasta, pelukis, konten kreator, influencer, youtuber, tiktoker, kita semua sama. Kita sama2 memikul beban yang sama, beban untuk ngebiayai segala kemewahan dan gaya hidup setiap kepala yang ada di pemerintahan -lewat pajak.

Kita kerja banting tulang ga seharusnya untuk ngebiayai tas mereka yg seharga 500 juta, atau rapat dan pertemuan mereka di hotel mewah yang makan uang pajak triliunan tiap tahunnya.

Kita mau pajak kita dipakai untuk benerin jalan, menyekolahkan anak2, nyiptain lapangan pekerjaan, bukan malah untuk beli motor 9 juta tapi dihargai 40 juta.

INGAT

INGAT, catet setiap kasus yang terbongkar di publik, INGAT, nama2 yang baru aja tercatut kasus korupsi untuk GAK MILIH dia dan kroni-nya lagi di pemilu selanjutnya. INGAT, kalau kita, kamu dan keluarga kamu pernah tersandung birokrasi yang bobrok. INGAT, ketika kamu harus ngutang cuman buat makan, bukti lemah dan gagalnya negara memperjuangkan kebutuhan rakyat nya.

INGAT, kalau mereka ngasih kamu serangan fajar, MAKAN AJA, TAPI JANGAN PILIH. BIAR MEREKA MISKIN. INGAT, yang mereka paling takutkan adalah MENJADI MISKIN.

INGAT, mereka adalah pelayan masyarakat, bukan sebaliknya. INGAT, mereka GAK PERNAH tepatin janji. INGAT, mereka selalu bilang dan nyalahin kita untuk berhemat listrik, air, bensin, tapi mereka gak pernah INGAT untuk gak beli jam 200 juta, pergi liburan make uang negara.

INGAT, mereka udah SERING memenjarakan suara2 yang kritis, mereka udah sering kriminalisasi temen2 seperjuangan kita yang berani mengkritik. INGAT, kalau mereka bisa dengan seenaknya menjarain orang yg kritis, mereka juga bisa PENJARAIN AKU, KAMU, KITA.

TAHAN

TAHAN, kita boleh capek, kita udah lelah, kita maunya apatis, kita maunya gak peduli. TAHAN, karena itu yang mereka mau. TAHAN, semua drama politik, semua sandiwara, semua kasus yang cepet menguap, semua pengadilan di meja hijau yang berakhir dengan hukuman ringan, TAHAN, itu cara mereka buat bikin kita lelah.

TAHAN, kita cukup terus bersuara, meskipun pelan, meskipun gak ada yang dengar, KITA CUKUP BERTAHAN UNTUK TERUS BERSUARA. TAHAN, memang keliatan nya ga guna, memang kelihatannya sia-sia. TAHAN, karena udah banyak contoh-contoh yang berhasil.

TAHAN, itu yang dilakuin rakyat Perancis di tahun 1789 sampai mereka berhasil memenggal kepala raja tirani mereka.

TAHAN, karena itu yg dilakuin rakyat Rusia (Uni Soviet) di tahun 1917, ketika mereka banyak ditangkapi oleh polisi militer, diasingkan, gerakan2 revolusi yang diberangus, TAHAN, sampai mereka berhasil menggulingkan kekuasaan rezim.

TAHAN, karena itu yang KITA lakukan di masa Orde Baru, dibayangi oleh ketakutan dan propaganda sistematis yang luar biasa. TAHAN, sampai akhirnya rezim Suharto jatuh di tahun 1998.

TAHAN, itu yang dilakuin rakyat Argentina, ketika rezim di Argentina pada tahun 1976 menghilangkan puluhan ribu orang yang bersuara, yang memberi kritik. TAHAN, mereka berjalan di alun-alun, di taman-taman, membawa foto2 anak mereka, TAHAN, mereka lakuin itu bertahun-tahun sampai dunia melihat nya, merobohkan legitimasi rezim saat itu. TAHAN.

GA GAMPANG

Aku tau ini ga gampang, aku tahu ini ga sebentar. Tapi dengan terus bersuara, dengan terus menekan, terus berjuang, SALING MENGEDUKASI DIANTARA KITA TANPA MENGHAKIMI, aku yakin kita bisa, KITA PASTI BISA MASUKIN MEREKA KE JERUJI BESI.